Total Pageviews

05/01/2009

Kerajaan hindu budha


A. KERAJAAN KUTAI
Merupakan kerajaan tertua dan pertama di indonesia yang bercorak hindu letaknya di Kalimantan Timur, tepatnya ditepi sungai Kutai atau Mahakam.
Bukti kalau bercorak hindu : adanya prasasti yang berbentuk yupa, bahasa sansekerta dan huruf palawa ditemukan pada abad 5 SM.
- Aspek politik
Isi prasasti Kutai :
. Sri Maharaja Kadungga mempunyai putra Asmawarman à 3 putra : Mulawarman,
. Pendiri keluarga kerajaan (Wangsakarta), Asmawarman,
. Mulawarman memberikan sedekah sebanyak 20.000 ekor sapi untuk upacara Waprakeswara,
. Agama yang dianut oleh masyarakat Kutai berasal dari India yaitu agama hindu.
- Aspek sosial
. Kehidupan masyarakat Kutai terpengaruh dari budaya India,
. Adanya upacara Waprakeswara yaitu alkuturasi dari kebudayaan hindu dengan kebudayaan animisme.
- Aspek ekonomi
. Karena letaknya yang strategis, maka mata pencaharian masyarakat Kutai adalah pertanian, perdagangan, pelayaran, beternak.
- Aspek budaya
. Ditemukan bentuk yupa. Yupa adalah prasasti yang di pahatkan pada tiang batu. Fungsinya : memujah roh-roh nenek moyang, untuk mengikat korban yang dipersembahkan pada para dewa.
- Penyebab keruntuhan Kerajaan Kutai :
. Ditinggalkan oleh para pedagang India karena lebih mementingkan hubungan dengan Cina,
. Adanya gangguan keamanan dari bajak laut.

B. KERAJAAN TARUMANEGARA
Letaknya ditepi sungai cisadani Bogor Jabar. Merupakan kerajaan kedua yang bercorak hindu.
Sumber bukti kerajaan Tarumanegara:
. Ditemukan 7 buah prasati : prasasti kebun kopi, jambu, pasir awi, tugu, muara cianten, ciaruteun, cidang hiang.
- Aspek politik
. Pendiri keluarga kerajaan: Punawarman,
. Berita dari musyafir Fa Hien: Cina, hindu, budha, kiters,
. Berita dari musyafir kasmir: India: à pendeta Gunawarman.
- Aspek sosial
. Kehidupan sosial kerajaan Tarumanegara yaitu terpengaruh dari kebudayaan India buktinya adanya penghargaan kepada para Brahmana.
- Aspek ekonomi
. Kehidupan ekonomi masyarakat tarumanegara yang utama adalah pertanian buktinya adalah adanya penggalian sungai gomati dan saluran candra ghadu tujuannya untuk pengairan dan mencegah adanya banjir.
- Aspek budaya
. Dalam bidang sastra: adanya prasasti yang berbentuk syair atau pusi contohnya: prasasti tugu, prasasti jambu dengan huruf pallawa dan sansekerta,
. Dalam bidang pahat: ditemukan arca Wisnu diCibuaya,
. Dalam bidang pertanian: diadakan penggalian sungai Sunuh fungsinya untuk irigasi dan mencegah banjir.
- Penyebab keruntuhan Kerajaan Tarumanegara :
. Adanya serangan dari Kerajaan Sriwijaya pada abad ke 7 yang dimuat dalam prasasti kotikapus tahun 686 Masehi.



C. KERAJAAN SRIWIJAYA
Didirikan pada abad ke-7 SM berada di Sumatra / Palimbang. Pendiri keluarga kerajaan : Dapunta Hyang.
- Aspek politik
Sumber kerajaan :
. Berita dari Cina : I Tsing yaitu Sriwijaya dikelilingi oleh benteng dan adanya guru agama budha yang bernama Sakyakirti à penganut agama Budha Mahayana,
. Berita dari Arab : Sriwijaya dinamakan Zabag oleh Ibnu Hordadeh yang menyebutkan bahwa Sriwijaya menghasilkan emas,
. Berita dari India : Sriwijaya dinamakan swarna Dwipa yang artinya pulau emas,
. Adanya prasasti : bahasanya melayu kuno dan berhuruf pallawa. Antara lain : prasasti kedukan bukit, talang tuo, kota kapur, karang berabi, ligor, telaa batu.
- Aspek sosial
. Sriwijaya sebagai tempat kegiatan agama budha diseluruh Asia Tenggara dan asia Timur, buktinya adanya 1000 pendeta yang belajar di sriwijaya.
- Aspek ekonomi
. Sriwijaya sebagai pusat perdagangan di pelayaran internasional dan nasional karena letaknya strategis di tengah-tengah jalur perdagangan internasional. Sehingga daerah kekuasaan Sriwijaya sangat luas,
. Karena menguasai jalur perdagangan maka Sriwijaya disebut kerajaan ‘maritim’,
. Karena daerah kekuasaannya sangat luas maka disebut ‘Kerajaan Nasional1’.
- Aspek budaya
. Sriwijaya sebagai pusat kegiatan ilmiah agama budha, maka banyak ditemukan sisa-sisa bangunan sui seperti : stupa dan nakara,
. Sriwijaya sebagai negara maritim sehingga tidak ditemukan peninggalan kebudayaan.
- Penyebab keruntuhan Kerajaan Sriwijaya :
. Faktor geologis : adanya pendangkalan sungai Musi sehingga banyak pedagang yang meninggalkannya,
. Faktor ekonomi : banyak pedagang yang meninggalkan bandar-bandar di Sriwijaya,
. Faktor politik : dari utara diserang kerajaan Siam / Thailand; dari timur diserang kerajaan Jawa yaitu kerajaan Mataram dan kerajaan Majapahit; dari barat diserang oleh kerajaan Cholamandala,
. Runtuhnya kerajaan Sriwijaya pada tahun 1477 M, karena ekspedisi pamalayu.
- Daerah-daerah kekuasaan Sriwijaya : Thailand, Malaysia, Pulau Bangka, Jambi, Lampung, Jawa.

D. KERAJAAN MATARAM HINDHU
Pusat kerajaan terletak di Sleman, Jawa Twngah. Pendiri keluarga kerajaan : Dinasti Sanjaya menurut Prasasti Canggal : 732 M. tercepah menjadi 3 dinasti :
. Dinasti Syailendra. Pusat kerajaan di Jawa Tengah bagian selatan : Prasasti Sojomerto à budha. cth. Candi Borobudur,
. Dinasti Sanjaya. Pusat kerajaan di Jawa Tengah bagian utara : Prasasti Canggal à hindu,
. Dinasti Isyana. Pusat kerajaan di Jawa Timur : Raja Isana, Empu Sendok, Darmawangsa, Airlangga.
+ Lingga : tiang batu untuk penghormatan pada dewa atau tanda peringatan.
+ Wangsa atau Dinasti : Marga.
+ Silsilah Raja Sanjaya dimuat atau ditulis dalam prasasti mankiasing.
- Aspek politik
Sumber kerajaan : silsilah Dinasti Sanjaya pada prasasti matyasin atau Prasasti kedu :
. Sanjaya,
. Panagkaran : 746 – 784,
. Panungkalan : 784 – 803,
. Warak : 803 – 827.
- Penyebab keruntuhan Kerajaan
. Raja Balituna mengangkat para pembesar kraton seperti wama, misaknya : mengangkat Empu Sendok sebagai mentri kartini.

E. KERAJAAN SINGOSARI
Didirikan oleh Ken Arok (Raja Tumapel) 1222 dan mendirikan Dinasti baru : Rajasa.
Sumberkerajaan Singosari : kitab pararaton 9serat keturunan Ken Arok).
1. Ken Arok (Sri Rnagga Rajasa Amuwarbumi) 1222 – 1227,
2. Anusopati (1227 – 1248),
3. Toh Joyo,
4. Ranggawuni (Wisnu Wardana) 1248 – 1268,
5. Kertanegara (1258 – 1292).
Usaha Ranggawuni :
a. Mengangkat Mahesa Cempaka sebagai Ratu Angabaya,
b. Mendirikan benteng pertahanan cangu utara,
c. Mengangkat raja hindu : Kertanegara.
+ Wilayah kekuasaan Kertanegara : Bali, Pahang, Sunda, Sumatra Barat.
Usaha Kertanegara :
1. Mengadakan ekspedisi pamalayu,
2. Menguasai Bali, Pahang atau Melayu,
3. Mempersatukan Nusantara,
4. Bersekutu dengan kerajaan Campa.
- Aspek sosial
. Agama yang di anut kerajaan Singosari adalah hindu siwaisme, budhiswa.
- Aspek ekonomi
. Letaknya di tepi sungai Brantas, mata pencaharian yaitu perdangan dan pertanian.
- Aspek budaya
. Banyak di temukan candi-candi yang bermotif hindu : candi Jago, Singosari, Jawi, Joko Dolog.
- Penyebab keruntuhan Kerajaan Singosari :
. Keinginan Kertanegara untuk mempersatukan Nusantara kurang memperhatikan kondisi dalam negri, maka ketika kerajaan dalam keadaan lemah, datanglah pasukan dari Kediri yang dipimpin Jayakatwang dan kerajaan Singosari berhasil diruntuhkan.

F. KERAJAAN MAJAPAHIT
Didirikan oleh : Raden Wijaya th 1293.
Sumber kerajaan Majapahit :
. Prasasti kudadu 1294 : pemberian Sima kepada desa kudadu,
. Kidung :
Ø Kitab ronggolawe : pemberontakkan ronggolawe,
Ø Kitab sorandako : pemberontakkan soro,
Ø Kitab suyendaka : perang Majapahit dengan Pajajaran,
. Kitab pararaton berisi riwayat keluarga raja.
Silsilah kerajaan Majapahit :
1. Raden Wijaya : 1293 – 1309,
2. Jayanegara Kalanganet : 1309 – 1328,
3. Tribuana I. D : 1328 – 1350,
4. Hayam Wuruk : 1350 – 1389,
5. Kusuma Wardani : 1389 – 1429,
6. Suhita : 1429 – 1447,
7. Kartawijaya : 1447 – 1451,
8. Bhre Kahuripan : 1451 – 1453,
9. Putuwisesa,
10. Pandansales,
11. Girindra Wardana.
Bukti kejayaan :
Ø Wilayahnya 3/4 wilayah RI (Nusantara),
Ø Banyak kitab sastra yang diterbitkan (Satosoma).

G. KERAJAAN PAJAJARAN
Sumber kerajaan : prasasti Shang Hyang Tapak berbahasa sunda kuno, pada abad ke- 16 Sanjaya anak raja Seno berkuasa di Galuh.
Pendiri kerajaan : Tarusbawa, pusat kerajaan di Galuh.
- Aspek sosial
Ada 4 golongan di kerajaan Pajajaran :
. Golongan seniman,
. Golongan petani,
. Golongan pedagang,
. Golongan orang jahat.
+ Isi prasasti kebantenan : mengenai susunan pemerintahan pada masa Sri paduka maha raja.
+ Isi cerita parahyangan : pusat pemerintahan di Galih kemudian dipindahkan ke Pakwan Pajajaran oleh Sriwijaya bupati wisnu.
- Aspek ekonomi
. Pelabuhan besar yang mendukung kerajaan Pajajaran : Banten, Cisade, Pontang, Cimanuk, Sunda Kelapa, Tanugara.
. Daerah kekuasaan kerajaan Pajajaran : Cikauk, Purwakarta, dan berakhir di Karang Sambu tepat di tepi singai Cimanuk.
- Aspek budaya
. Ditemukannya arca wisnu dar cibudya,
. Pertempuran bubat : pertempuran antara kerajaan Pajajaran dengan kerajaan Majapahit dimenangkan oleh kerajaan Majapahit th 1357.
- Penyebab keruntuhan Kerajaan
. Adanya serangan dari kerajaan Banten yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin,
. Adanya pengaruh Islam yang masuk ke kerajaan,
. Kedatangan Portugis yang ingin menguasai pelabuhan yang ada di Jawa Barat.
H. KERAJAAN BALI
Sumber kerajaan Bali :
+ Berita Cina pada abad ke 7 ada di daerah Buapatan (Bali sebelah timur kerajaan Majapahit yang adat istiadatnya sama denga kerajaan di Jawa,
+ Prasasti Bali berangka tahun 882 M, isinya : perjalanan raja Granesa ke Bawonan untuk melakukan petapaan,
+ Prasasti Sanur berangka tahun 1914 M berbahasa bali kuno dan berhuruf pallawa pendiri keluarga kerajaan adalah Kesariwokwaweda sehingga mendirikan Dinasti Marwaweda.
- Aspek sosial
. Kehidupan masyarakat Bali sebagian menganut agama hindu dan sebagian budha.
- Aspek ekonomi
. Mata pencaharian paling utama pertanian dan perdagangan sehingga mengenal subak


PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA

A. PROSES MASUKNYA AGAMA ISLAM
- Abad ke 7 agama Islam diperkirakan sudah masuk ke Sriwijaya, menerima berita Cina : D. Tang,
- Abad ke 9 agama Islam atau orang-orang muslim mulai mendirikan perkampungan muslim di Cina sehingga dekat sekali berhubungan dengan Sriwijaya,
- Abad ke 10 orang-orang Islam mulai mendirikan perkampungan Islam di Kedah (Malaka) Palembang, Aceh,
- Abad ke 11 agama Islam sudah masuk ke Jawa Timur,
- Abad ke 12 sudah nyata tampak dipemerintahan misal : di kerajaan Samudra Pasai,
- Abad ke 15 dan 19 agama Islam sudah mulai berpolitik.
B. PEMBAWA AGAMA ISLAM
1. Pedagang dari Gujarat yang datang ke Indonesia,
2. Orang Arab yang aktif,
3. Tasawuf : perjalanan mendekatkan diri pada Tuhan,
4. Orang Indonesia yang aktif artinya orang Indonesia yang belajar di Arab.
C. WALI SONGO
1. Sunan Ampel : penyebarannya didaerah Surabaya,
2. Sunan Maulana Malik Ibrahim,
3. Sunan Giri,
4. Sunan Drajad,
5. Sunan Bonang,
6. Sunan Kudus,
7. Sunan Muria,
8. Sunan Kalijaga,
9. Sunan Gunung Jati.

KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

A. KERAJAAN SAMODRA PASAI
Didirikan oleh Sultan Malik Al Saleh : pada pertengahan abad XIII : 1327 M.
Peganti :
1. Sultan Malik Al Zakir : 1237 – 1345 M
2. Zainal abidin Az Zakir : 1345 – 1383 M
+ Abad ke XIV menjadi pusat agama Islam di Asia Tenggara dan Asia Timur
- Aspek Ekonomi
. Letaknya yang strategis disepanjang selat Malaka, pusat perda- gangan di kawasan Asia : Arab, Cina, India,
. Mata pencaharian : perdagangan dan pelayaran.
- Aspek Sosial Budaya
. Mayoritas penduduk beragama Islam,
. Dalam pemerintahan bersifat : teokratis, teokratis adalah pemerintahan berdasarkan satu ajaran agama Islam.
- Penyebab Kemunduran
. Pertentangan dalam pemerintahan antara kaum ulama dengan bangsawan.

B. KERAJAAN MALAKA
Didirikan oleh Parameswara : pejabat Majapahit yang masuk agama islam.
. Sultan Iskandar Syah : 1395 – 1414,
. SUlatan Muzafar Syah : 1414 – 1445,
. Sultan Mansyur Syah : 1445 – 1458. Kebesarannya sehingga diterbitkan kitab Laksamana Hnag Tuah : lambang keagungan dan ketaatan Raja,
. Allaudin Syah : 1458 – 1477,
. Mahmud Syah : 1477 – 1511.
- Aspek Ekonomi
. Mata pencaharian : perdagangan dan pelayaran.
- Aspek Sosial Budaya
. Masyarakat taat beribadah, bukti : lambang keagungan dan ketaatan Raja.
- Penyebab Kemunduran
. Malaka jatuh ketangan Portugis : 1511 Alfanso De’ Albuquequer

C. KERAJAAN ACEH
+ Didirikan oleh sultan Ibrahim atau Ali Mughayat Syah.
+ Pada masa ini Aceh berkembang pesat, pemasukkan uang negara semakin besar.
+ Rakyatnya hidup makmur.
+ Wilayahnya semakin luas.
+ Pelabuhannya semakin kuat.
+ Pengantinya :
. Sultan Iskandar Muda, pada masa ini mancapai kejayannya berhasil menguasai sepanjang pantai timur Sumatra kepulauan Riau, pahang, Kedang, Perak dan pantai Barat Sumatra.
. Sultan Iskandar Tani.
- Aspek Ekonomi
. Mata pencaharian utama perdagangan dan pelayaran.
- Aspek Sosial
. Pemerintahan bersifat teokratis sehingga menyebabkan tumbuhnya golongan dalam pemerintahan yaitu golongan ulama dan bangsawan.
- Aspek Budaya
. Adanya ahli fikir di Aceh bernama “Abdul Bauf” menerjemahkan Al Qur’an dalam bahasa melayu,
. Syamsudin Pasai mengembangkan filsafat Islam,
. Dikarangnya kitab “Bustonus Sakitina” oleh Waniddin Ar Rawri, isinya : Raja – Raja dan adat istiadat agama Islam.
- Penyebab Kemunduran
. Tidak adanya pengganti sultan yang bijaksana,
. Banyak daerah kekuasaan yang melepaskan diri,
. Terjzdi pertentangan antara ulama dan bangsawan dalam pemerintahan,
. Mundurnya perdagangan karena selat Malaka dikuasai Bekanda Tahun 1641.

D. KERAJAAN DEMAK
+ Didirikan oleh Raden Patah (1415). Pada masa ini kerajaan Demak berkembang pesat, karena letak yang strategis di tepi jalan jalur perdaganagan nasional serta faktor politik yaitu kemunduran kerajaan Majapahit, yang menyebabkan perkembangan kerajaan Demak tidak terhambat.
+ Penggantinya :
. Pati Unus (1518 – 1521),
. Pangeran Sedo Lepen,
. Sultan Trenggono,
. Jaka Tingkir / Sultan Hadi Wijaya / Raden mas Karebet.
- Aspek Ekonomi
. Kerajaan Demak sebgai negara maritim dan agraris yang mengutamakan bidang pertanian dan perdagangan sebagai mata pencaharian.
- Aspek Sosial Budaya
. Kehidupan sosial masyarakat kerajaan Demak sudah diatur dalam buku-buku yang berlaku diajaran Islam,
. Dibangunnya masjid agung Demak oleh para Wali Songo,
. Sunan Kalijaga meletakkan dasar-dasar perayaan sekaten yang digunakan untuk ,enarik masyarakat agar masuk agama Islam.
- Penyebab Kemunduran
. Perang saudara antara Jaka Tingkir dengan Arya nPanangsa yang dimenangkan oleh Jaka Tingkir, lalu kekuasaan dipindahkan ke Pajang,
. Adanya campur tangan Portugis dalam pemerintahan.

E. KERAJAAN MATARAM ISLAM
+ Pengganti :
. Panembahan Seno Krapyak : 1601 – 1613, malepaskan diri dari Demak,
. Terjadi pemberontakkan yang dilakukan oleh para Bupati,
. Sultan Agung Arya Kra Kusuma : 1613 – 1645.
+ 1614 : menguasai seluruh tanah Jawa dan daerah Surabaya,
+ 1622 : menakhlukkan Sukodono, Kalimantan,
+ 1624 : menyerang Madura,
+ 1628 : menyerang Batavia I,
+ 1628 : menyerang batavia II.
Hasil penyerangan Batavia I dan II gagal Dikarenakan :
. kurang peralatan senjata,
. persedian beras dibubarkan oleh Belanda,
. jaraknya terlalu jauh,
. penyajit yang menular.
+ Amangkurat I : 1645 – 1677, bersahabat dengan Belanda, pemberontakkan yang dipimpin oleh Trunojoyo Kraeng berlangsung, Adi Pati Anem.
+

Perebutan kekuasaan
Amengkurat II,
+ Amengkurat III,
+ Amengkurat IV / Pakubuwono I,
+ Pakubuwono II,
+ Pakubuwono III : terjadi perebutan kekuasaan antar saudara dengan Mas Said.
Hasilnya :
. Diserahkan kepada Belanda,
. Mengadakan pengganti Gianti : 1755,
. Perjanjian salatiga : 1757.
+ Perjanjian Gianti :
. Wilayah Mataram dibagi menjadi 2 :
Ø Kesultanan Yogyakarta : Sultan Hamengkubuwono,
Ø Kesultanan Surakarta : Pakubuwono.
+ Perjanjian Salatiga :
. Mas Said diberi sebagian wilayah di Surakarta yang diberi nama ‘Mangku Negara’.
- Aspek Politik
. Didirikan oleh Satuwijaya / Penembahan Senopati : 1586 – 1601,
. Th 1591 : menguasai Cirebon dan Galuh di Jawa Barat.
- Aspek Ekonomi
. Negara agraris : perdagangan dan pertanian.
- Aspek Sosial Budaya
. Dalam bidang pemerintahan : Raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi,
. Dlam bidam agama : pejabat karyawan, naib, penghulu, suranata,
. Dalam bidang pengadilan : istilah ‘Jaksa’ mempunyai hak mengajukan tuntutan,
. Dalam bidang budaya : dikarang kitab sastra gending dan upacara grebeg.

F. KERAJAAN MAKASAR (GOWA DAN TALO)
+ Pembawa agama Islam : Datori Bandang disebarkan ke Kalimantan Timur, NTB dan NTT,
+ Didirikan oleh : Sultan Alaudin : 1591 – 1639,
+ Wilayahnya mendapat : Bone, Wojo, Jeppeng, Lawu,
+ Penggantinya : Muhammad Said : 1639 – 1659, Sultan Hasanudin : 1659 – 1669,
+ Mencapai kejayaannya : karena berani melawan belanda,
Hasilnya : kalah à ditandatanganinya perjanjian ‘Bonggana’ : 13 th 1667.
Karena :
1. Adanya pengkhianatan Raja Bone, Anu Polaka,
2. Kelengkapan senjata yang sangat kurang.
- Aspek Ekonomi
. Negara maritim.
- Aspek Sosial Budaya
. Dalam bidang pemerintahan : Raja – raja yang ada di Makasar setelah masukknya agama Islam bergelar Sultan,
. Dalam bidang agama : adanya istilah Khotib, Imam dan Bilal.
- Penyebab Keruntuhan
. Adanya campur tangan pemerintah Belanda dalam pemerintahan di Makasar,
. Belanda datang ke Makasar th 1595 sehingga pemeriintahannya terpengaruhi pemerintahan Belanda.

G. KERAJAAN TERNATE DAN TIDORE
+ Ternate berdiri atas persekutuan 5 daerah (Uli Lima), yaitu : Bacan, Ternate, obi, Seram dan Ambon.
+ Tidore terdiri atas persekutuan beberapa daerah yang disebut ‘Uli Syiwa’ yaitu : Melayu, Jailolo, disekitar Halmahera.
+ Portugis masuk ke Malaka th 1511 dan Ternate jatuh ketangan Portugis th 1512 dan membangun benteng bernama ‘Santo Paulo’. Sehingga menyebabkan para ulama menyerang Portugis. Hal ini bersamaan dengan masukknya Spanyol ke Tidore th 1512.
+ Sultan I : Sultan Tabiraya: (1564), menyerang Portugis tetapi gagal yang kemudian dibuang,
+ Sultan II : Sultan Hairun (1570) masuk kebenteng Santo Paulo namun terbunuh,
+ Sultan III : Sultan Baabulah (1570 – 1583) berhasil mengusir Portugis ke Timor – Timur.
- Aspek Ekonomi
. Sebagai negara maritim, perdagangan, pelayaran sehingga untuk mengatur pelayaran bangsa Portugis dan Spanyol di Maluku diadakan perjanjian ‘Tordessilas’ diatur oleh Paus. Isinya : Spanyol berlayar ketimur dari pelabuhan Maluku, Porugis berlayar kebarat untuk menghindari perselisihan antar kedua negara.
- Aspek Sosial
. Masyarakat Ternate dan Tidore sudah menggunakan hukum-hukum Islam. Buktinya pada waktu Sultan Hairun menyerang Portugis bersumpah dibawah kitab suci Al Qur’an.
- Aspek Budaya
. Adanya pembuatan kapal-kapal pada masa Sultan Baabulah untuk meyerang Portugis,
. Adanya pembuatan 5 buah kora-kora untuk menyerang Santo Paulo.
- Penyebab Keruntuhan
. Adanya campur tangan Portugis di bidang pemerintahan sehingga kehidupan ekonomi merosot.

PROSES INTEGRASI BANGSA INDONESIA ABAD KE- 16 SAMPAI KE- 19

A. PENGERTIAN
Pembauran / percampuran hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat.

B. PENYEBAB PROSES INTEGRASI
1. Adanya situasi politik pada abad ke- 16 dan ke- 19.
. Golongan Raja dan bangsawan mempunyai hubungan langsung dengan para pedagnag sehingga terwujud kerajaan yang bercorak Islam,
. Jatuhnya Malaka ketangan Portugis menyebabkan perlawanan yang dilakukan oleh kerajaan Islam : Demak, Banten.
2. Adanya perasaan senasib satu bangsa sehingga pada abad ke- 16 karajaan – kerajaan Islam menyatukan diri untuk menentang penjajah bangsa Barat.
3. Setelah Indonesia jatuh ke tangan Belanda muncul perlawanan yang dilakukan oleh ulama dan tokoh masyarakat dengan semboyan ‘Perang Jihad’ : perang melawan orang kafir. Tujuannya : untuk memneri semangat masyarakat yang melawan Belanda.

C. PERANAN BANGSA MELAYU DALAM PROSES INTEGRASI
Bahasa melayu sudah dijadikan sebagai bahasa pergaulan / bahasa perhubungan (Lingua Franca) oleh orang Indonesia sejak berabad – abad yang lalu mulai dari :
1. Pada masa kerajaan Kutai dan kerajaan Sriwijaya, bahasa melayu telah tersebar dan telah dipergunakan sebagai bahasa pergaulan di kerajaan Sriwijaya. Bukti : ditemukannya prasasti yang berbahasa melayu, contoh : Prasasti Talang Tuo, P. Kedukan Bukit, P. Kota Kapur, P. Ganda Suli.
2. Pada masa kerajaan Islam bahasa melayu digunakan sebagai bahasa pengantar dalam menyebarkan agama Islam dan penulisan karya sastra misalnya : kerajaan Malaka dan Aceh
3. Pada masa Portugis sampai abad ke- 16 adanya penulisan sastra dalam bahasa melayu secara besra-besaran, karena sewaktu Portugis menguasai Malaka memusnahkan sastra yang berbahasa melayu misalnya : kitab sejarah melayu yang ditulis oleh ‘Tun Sri Lanang’. Bahasa melayu digunakan sebagai bahasa pengantar.

D. PERANAN MIGRASI
Perpindahan penduduk / perpindahan daerah dari daerah satu kedaerah lain di Indonesia mulai terjadi sejak sistem tanam paksa dan sistem kerja paksa.
Akibat negatif :
1. Terjadi interaksi antar beberapa suku antar pulau,
2. Terjadi proses saling memberi menerima antar suki dalam bidang sosial, budaya, ekonomi,kepercayaan,
3. Didaerah tertentu diperkenalkan tanaman tebu, coklat, kopi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...