Blog Sejarah Aneh

-londo43ver-. Powered by Blogger.

Kehidupan Manusia pada Masa Neolitikhum


Kehidupan Manusia pada Masa Neolitikhum
Pada zaman neolitikhum disebut juga dengan zaman batu muda atau zaman bercocok tanam. Zaman neolitikhum lebih muda jika dibandingkan dengan zaman Palaeotikhum dan mesolitikhum. Diperkirakan zaman neolitikum tetrjadi pada tahun 4.000 sampai 2.000 sebelum Masehi.
Pada zaman neolitikhum terdapat beberapa ciri-ciri kehidupan yang mulai berjalan lebih maju dari zaman sebelunya. Ciri-ciri zaman neolitikhum diantaranya
1. Terjadi perubahan dari food gathering ke food producing (dari mengumpulkan makanan berubah menjadi memproduksi makanan).
2. Terbentuknya tataan sosial yang lebih kompleks.
3. Manusia pada zaman itu mulai hidup menetap.
4. Mulai dikenal bercock tanam.
5. Mulai dikenal beternak.
6. Manusia mulai membuat peraturan hidup bersama dalam satu kelompok msyarakat dan tedapat pembagian kerja.
7. Dihasilkan alat kerja yang lebih halus dibandingkan zaman sebelumnya karena telah dikenal cara mengasah.
8. Mulai dikenalnya tenuna.
9. Mulai adanya kepecayaan terhadap nenek moyang.
Pada zaman neolitikhum umur manusianya rata-rata berumur penedek. Manusia pada zaman itu mencapai umur 35 tahun untuk laki-laki seedangkan untuk perempuan hanya mencapai 30 tahun. Pada masa ini manusia hidup bersama sehingga membentuk kelompok yang cukup besar. Kelompok ini bisa disebut pula dengan suku. Kemampuan menyelenggarakan hisup pun semakin meningkat sehingga memungkinkan bertambah besarnya jumlah anggota dalam suatu suku dengan pengaturan yang lebuh sempurna.
Pada zaman ini mulai dikembangkan tekhnik mengawetkan makana agar dapat disimpan agak lama. Pada zaman ini makanan dikeringkan agar bisa dimakan walaupun telah disimpan agak lama. Pada zaman ini juga diperkirakan bahwa kayu-kayu sudah dihias dengan cara diukir.
Kebudayaan pada zaman neolitikhum
Pada zaman neolitikhum manusia mulai mengennal berbagai tatanan social. Selain itu, dihasilakn pula berbagai peralatan yang membantu kehidupan pada zaman itu. Hasil kebudayaan zaman neolitikhuum diantaranya :
1. Menghias diri
Sejak zaman berburu dan mengumpulkan makanan sudah ada bukti-bukti manusia suka menghias diri. Dari ini diduga pula manusianya suka menghias diri dengan menggunkan warna, seperti suku dayak di Kalimantan. Selain menghias diri menggunakan warna mereka menghias diri menggunakan perhiasan pula.
2. Bercocok tanam
Pada masa ini manusia mulai bercocok tanam untuk menghasilkan makanan sebagai bahan makanan. Pada mas ini diperkirakan tanaman yang pertama kali ditanam adalah jenis padi-padian yang awalnya tumbuh liar. Kemudian tanaman yang ditanam bertambah, mereka mulai menanam umbi-umbian. Cara bercocok tanam pada masa itu dengan cara berhuma. Orang-orang pada masa itu memebersihkan hutan dan menanaminya. Setelah tidak subur mereka pindah berhuma. Alat yang digunakan untuk bercocok tanam adalah kayu, tulang, bamboo dan batu.
3. Memelihara hewan
Pada masa ini manusia mulai memelihara hewan sebagai bahan makanan atau pun untuk membantu dalam berburu. Diperkirakan hewan yang pertama dijinakan adalah anjing. Pada masa itu anjing digunakan untuk membantu ketika berburu. Setelah anjing hewan yang mulai dijinakan adalah babi. Babi digunakan untuk bahan konsumi. Di Eropa ditemukan tulang-tulang ayam. Namun, belum dapat dipastikan apakah ayam digunakan sebagai bahan makanan atau digunakan sebagai alat untuk menyambung ayam.
4. Tembikar
Pada awalnya yang biasa digunakan sebagai wadah pada zaman itu adalah anyaman. Namun, pada zaman neolitikhum mulai dikenal tembikar. Cara pembuatan tembikat pada masa itu sangat sederhana. Orang tidak menggunakan roda atau alat lainnya. Bahan yang biasa digunakan untuk membuat tembikar adalah campuran tanah liat. Mereka memberi bentuk secara langsung oleh tangan, kemudian berkembang tekhnik yang sederhana, sehingga mutu yang didapattkan lebih baik. Perbaikan mutu ini dilakukan dengan cara perbaikan pembakaran pada saat pembuatan tembikar. Campuran tanah liat pun ditambah agar mutunya menjadi lebih baik. Selain itu, tembikar diberi hiasan berupa warna atau tenunan. Cara menempelkan tenunan pada tembikar yaitu dengan menempelkan agak keras tenunan pada tembikar yang masih basah karena belum dijemur. Kemudian tembikar dijemur sampai kering lalu dibakar. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa pada masa itu manusia mulai mulai dikenal istilah menenun.
Penemuan pertama tentang tembikar terdapat di lapisan teratas kjokkenmonddinger di Sumatra. Namun, bentuknya berupa pacahan-pcahan kecil sehinggga sangat sukar ditentukan bentuk asalnya. Di bukit-bukit pasir di daerah pantai selatan Jawa antara Yogyakarta dan Pacitan ditemukan pecahan-pecahan tembikar yang mempunyai hiasan tenunan. Selain itu, di Melolo,Sumbawa banyak ditemukan periuk belangga yang berisi tulang belulang manusia.
5. Kapak
Pada masa itu manusi muali membuat kapak dengan cara dihaluskan, sehingga hasilnya lebih bagus. Bahan baku umutk mebuat kapak adalah batu indah seperti kalsedon, batu api dan batu lainnya. Terkadang kapak juga dibuat dengan menggunakan batu sabak. Alat yang dihasilkan dari batu indah tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi digunakan sebagai alat tukar. Alat untuk keperluan sehari-hari biasanya dihasilkan dari batu sabak yang berwarna hitam atau abu-abu. Pada masa ini dihasilkan 3 jenis kapak yaitu
a. Kapak persegi
Nama kapak persegi berasal dari von Hiene Geldern berdasarkan penampang dari ala-alatnya berupa persegi panjang atau atau trapesium. Alat ini dibuat menggunakan batu api atau batu kalsedon. Alat ini bentuknya memanjang dengan penampang alang-alang berbentuk persegi begian pangkalnya tidak diasah sebagi bahan ikatan tangkai. Selain berfungsi sebagai kapak, kapak trapezium juga berfungsi sebagai alat untuk mengerjakan kayu untuk yang berukuran kecil (tarah) dan yang ukurannya besar berbentu beliung atau pacul digunakan untuk alat cangkul. Kapak ini berasal dari asia menyebar ke Indonesia melaluui wilayah barat Indonesia.
b. Kapak bahu
Kapak bahu adalah sejenis kapak yang pada tangkainya diberi “leher” sehingga menyerupai bentuk botol yang persegi. Di wilayah Indonesia kapak bahu tidak dikenal, hanya didaerah Minahasa, Sulawasi utara kapak ini ditemukan.
c. Kapak lonjong
Kapak lonjong didasarkan pada penampang alangnya berbentuk lonjong dengan ujung pangkal runcing dan melebar. Bahan yang digunakan untuk membuat kapak lonjong adalah batu batu kali yang berwarna kehitaman. Kapak-kapak lonjong memiliki berbagai ukuran, yaitu yang besar disebut walzanbeil, sedangkan yang kecil disebut kleinbeil. Kapak lonjong yang bentunya kecil biasa digunakan sebagia alat wasiat. Daerah pusat kapak lonjong adalah Papua, tetapi di Seram, Gorong, Tanibar Leti, Minahasa dan Serawak. Ditemukan juga penelitian kapak-kapak lonjong tersebar di seluuh Asia dan menyebar ke wilayah Asia melalui jalur Timur.
6. Perhiasan
Manusai pada zaman prasejarah mengenal perhiasan yang berbentuk gelang, kalung dan anting-anting. Perhiasan pada umunya ditemukan di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Bahan yang digunakan untuk membuat perhiasan adalah batu-batu indah seperti agat, chacheldon, dan jaspis.
7. Pakaian
Masyarakat zaman prasejarah telah mengenal pula pakaian. Hal ini berdasarkan penemuan alat-alat pemukul kayu yang biasaanya digunakan untuk membuat pakaian dari kulit kayu di Kalimantan dan Sulawesi Selatan. Selain membuat pakaian dari kulit kayu, mereka juga sudah pandai menenun tekstil yang agak halus. Namun, peninggalan tidak bisa diketahui karena tidak tahan lama. Petunjuk tentang hal itu didapat dari adanya hiasan yang terdapat pada tembikar pada zaman itu.
Orang-orang pada zaman neolitikhum adalah suatu masyarakat yang telah menetap dan teratur. Masyarakat ini kemudian berkembang semakin maju dan mengenal logam. Kemampuan mengerjakan logam ini kemudian menambah kemampuan dalam menghasilkan alat-alat dalam kehidupan sehari-hari. Kemudain berkembang masa perundagian.
0 Komentar untuk "Kehidupan Manusia pada Masa Neolitikhum"

Jangan lupa Komennya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Back To Top