Blog Sejarah Aneh

-londo43ver-. Powered by Blogger.

Penelitian Sejarah

DASAR-DASAR PENELITIAN SEJARAH

1. Metode penelitian sejarah

1). Menentukan topik penelitian

Menentukan topik penelitian bertujuan agar dalam melakukan pencarian sumber-sumber sejarah bisa terarah dan tepat sasaran.Pemilihan topik penelitian dapat didasarakan pada unsur-unsur berikut ini:

a) Bernilai Peristiwa sejarah yang diungkap tersebut harus bersifat unik, kekal, dan abadi.

b) Keaslian (Orisinalitas)

Peristiwa sejarah yang diungkap hendaknya berupa upaya pembuktian baru atau ada pandangan baru akibat munculnya teori dan metode baru.

c) Praktis dan Efesien

Peristiwa sejarah yang diungkap terjangkau dalam mencari sumbernya dan mempunyai hubungan yang erat dengan peristiwa itu.

d) Kesatuan Unsur-unsur yang dijadikan bahan penelitian itu mempunyai satu kesatuan ide.

2) Pengumpulan Sumber (Heuristik)

Heuristik berasal dari bahasa Yunani , heuriskien (menemukan). Dalam penelitian sejarah , heuristik berarti langkah-langkah untuk mencari dan mengumpulkan berbagai sumber sejarah. Untuk mendapatkan sumber tersebut dapat dilakukan dengan cara mencari dokumen , mengunjungi situs sejarah, mengujungi museum dan perpustakaan , wawancara pelaku atau saksi sejarah.

3) Kritik sumber (Verifikasi)

Kritik sumber (Verifikasi) adalah penyeleksian atau penilaian kebenaran dari sumber - sumber tesebut. Kritik sumber terbagi atas kritik intern dan ekstern.

a) Kritik ekstern

Kritik ekstern mencakup soal autensitas, orisinalitas dan integritas sumber sejarah. Kritik terhadap keaslian sumber (orisinalitas) dapat dilakukan dengan berdasarkan kepada tipologi (menentukan usia berdasarkan tipe dari benda sejarah), stratifikasi (menentukan umur relatif suatu benda berdasarkan pada lapisan tanah dimana benda budaya tersebut ditemukan), kimiawi (menentukan usia benda berdasarkan pada unsur kimia yang terkandung).

b) Kritik intern

Kritik intern adalah langkah penyeleksian terhadap isi (materi) dari sumber sejarah seperti isi prasasti , isi naskah / dokumen , dll. Kritik intern juga langkah penyeleksian terhadap validitas isi (materi) sumber sejarah. Misalnya sebuah kitab kuno baru dapat di percaya kebenarannya apabila ada keterangan dari prasasti atau ada catatan sejarah yang mendukungnya. Sumber sejarah yang telah terseleksi melalui kritik intern disebut dengan fakta .

4) Penafsiran (interpretasi)

Interpretasi adalah menafsirkan fakta sejarah dan merangkai fakta tersebut hingga menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Dari berbagi fakta yang ada kemudian perlu disusun agar mempunyai bentuk dan struktur. Fakta yang ada ditafsirkan sehingga ditemukan struktur logisnya berdasarkan fakta yang ada, untuk menghindari suatu penafsiran yang semena-mena akibat pemikiran yang sempit. Bagi sejarawan akademis, interpretasi yang bersifat deskriptif saja belum cukup. Dalam perkembangan terakhir, sejarawan masih dituntut untuk mencari landasan penafsiran yang digunkan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan dalam menafsirkan suatu fakta di antaranya karena adanya beberapa perbedaan seperti idiologi, kepentingan, tujuan, penulisan dan sudut pandang.

5) Penulisan sejarah (Historiografi)

Historiografi merupakan langkah terakhir yaitu proses penulisan dan penyusunan kisah masa lampau yang direkrontruksi berdasarkan pada fakta yang telah diberi penafsiran peristiwa sejarah yang dikisahkan melalui historiografi akan sangat di pengaruhi oleh subyektifitas si penulis dalam merekontruksinya.

Dalam penulisan sejarah perlu dipertimbangkan struktur dan gaya bahasanya sehingga orang tertarik untuk membacanya . Dengan demikian penulisan sejarah mempunyai unsur yang sama dengan penulisan sastra yaitu sama-sama menyajikan suatu kisah , bedanya dalam sejarah .

2. Pengertian sumber dan fakta sejarah

Dalam penelitian sejarah, langkah pertama yang harus di lakukan adalah mengumpulkan sumber-sumber berdasarkan bentuknya , sumber sejarah terbagai menjadi:

a) Sumber tertulis (dokumen) meliputi: prasasti, kronik, babad, naskah, arsip, Koran.

b) Sumber benda (artefak) meliputi: fosil, prasasti, candi, patung, stupa, nisan , senjata, bangunan (keratin, mesjid), peralatan hidup.

c) Sumber lisan yaitu : keterangan langsung dari saksi atau pelaku sejarah.

d) Sumber rekaman merupakan hasil rekaman dalam bentuk audio visual seperti : kaset , copact disk, video compactdisk.

Berdasarkan sifatnya sumber-sumber sejarah terbagi menjadi :

a) Sumber primer : sumber-sumber sejarah yang asli dan berasal dari jamannya seperti prasati, kronik, piagam, bangunan (candi, keratin, masjid), nisan.

b) Sumber sekunder : sumbersejarah yang berasal dari sumber kepustakaan kuno (babad, naskah, karya sastra) atau berupa sumber tiruan dari benda aslinya misalnya prasasti tiruan (tinulad) , terjemahan kitab kuno .

c) Sumber tersier : merupakan sumber yang berupa buku-buku sejarah yang telah disusun di mana si pengarang tidak melakukan penelitian langsung. Tetapi berdasarkan kepada hasil penelitian ahli sejarah (para sejarawan).

Sejarah tidak dapat dipisahkan dari fakta , sejarah tanpa fakta hanya akan menjadi sebuah dongeng. Fakta adalah sumber sejarah yang telah terseleksi melalui proses kritik . fakta kemudian di rekontruksi dan dijadikan dasar untuk mengisahkan sejarah. Fakta sejarah mempunyai beberapa bentuk yaitu :

a) Artifact (fakta yang berupa benda konkrit ) :fosil , patung , candi dll.

b) Manifact (fakta yang bersifat abstrak ) : keyakinan dan kepercayaan.

c) Sosio-fact :fakta yang berdimensi social seperti jaringan interaksi antar manusia.

Fakta sejarah ada yang bersifst lunak artinya masih potensial untuk diperdebatkan , misalnya mengenai letak ibukota kerajaan sriwijaya , ibukota kerajaan trauma , kerajaan hindu di jawa barat , dll yang sampai sekarang masih banyak yang beda pendapat . sedangkan fakta sejarah yang bersifat keras adalah fakta yang telah menjuadi consensus (kesepakatan) umum, misalnya mengenai sukarno-hatta sebagai tokoh proklamator , semua berpendapat sama .

3. Prinsip-prinsip dasar dalam penelitian sejarah lisan.

Metode sejarah lisan adalah suatu metode pengumpulan data atau bahan guna penulisan sejarah yang dilakukan sejarawan melalui wawancara terhadap para pelaku sejarah yang ingin diteliti. Di Indonesia metode wawancara dalam penulisan sejarah mulai dikembangkan dengan diawali adanya proyek sejarah lisan yang ditangani oleh Badan Arsip Nasional.

Berkembangnya metode wawancara dalam penulisan sejarah di Indonesia dilatarbelakangi oleh sulitnya menemukan jejak masa lampau berupa dokumen yang sezaman serta makin berkembangnya perhatian studi sejarah yangmengarah ke subyek masyarakat berupa orng kecil dalam peristiwa kecil yang biasanya tidak meninggalkan jejak berupa dokumen.

Wawancara adalah kegiatan melakukan tanya jawab dengan narasumber untuk mendapatkan keterangan tertentu. Wawacara merupakan teknik pengumpulan data yang amat penting dalam penelitian survey selain teknik utama berupa Observasi. Oleh karena itu, dalam penelitian survei, teknik wawancara merupakan pembantu utama dari metode Observasi.

4. Teknik pengumpulan data dengan wawancara

Terbagi menjadi tiga macam:

1.Poll Type Interview

Wawancara dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan dengan jawaban yang telah ditentukan, narasumber tinggal memilih jawaban yang ada.

2.Open Type Interview

Wawancara dilakuakn dengan cara pertanyaan ditentukan terlebih dahulu, sedangkan narasumber dapat menjawab bebas.

3.Nonstructured Interview

Wawancara dilakukan dengan cara pertanyaan ataupun jawaban tidak ditentukan sebelumnya. Teknik wawancara merupakan teknik yang bersifat pelengkap artinya wawancara digunakan untuk melengkapi data atau informasi yang berasal dari sumber dokumen. amun apabila dumber dokumen tidak ada barulah informasi hasil wawancara dapat dianggap sebagai bahan pokok penelitian.

Beberapa persiapan sebelum melakukan wawancara antara lain:

1. Seleksi individu untuk diwawancarai

2. Pendekatan terhadap orang yang akan diwawancarai

3. Mengembangkan suasana lancar dalam wawancara

4. Mempersiapkan pokok masalah yang akan dikemukakan (ditanyakan)

0 Komentar untuk "Penelitian Sejarah"

Jangan lupa Komennya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Back To Top